Ny. Sadjilah, KTNA dari DKI Jakarta - Mengolah Tepung "MOCAF" sebagai Pengganti Terigu

Kamis, 16 Desember 2010

Dalam upaya pelaksanaan diversifikasi pangan agar tidak tergantung kepada beras dan tepung terigu, masih banyak komoditi lainnya sebagai substitusi. Di antaranya ubi kayu atau singkong, ubi jalar, talas, suweg, ganyong, gadung, gembili, jagung dan lain-lain.
Untuk setiap 100 gram umbi-umbian memiliki kandungan 75% BBD (bagian yang dapat dimakan), 146 kal energi, 1,2 gram protein dan 0,39 gram lemak. Oleh karena itu mengingat mempunyai nilai gizi yang cukup tinggi, umbi-umbian sebagai pangan tambahan atau substitusi beras dan terigu dapat disajikan kepada masyarakat dalam bentuk olahan yang menarik dan enak rasanya, serta murah harganya.

Pengganti Terigu
Bahan baku terigu sebagian besar tergantung dari luar negeri, sehingga dikhawatirkan akan terjadi ketergantungan. Upaya mengantisipasi pengganti terigu telah dilaksanakan oleh INKOPTAN (Induk Koperasi Tani) dengan memproduksi MOCAF (Modified Cassava Flour) yang kini sudah mulai diperkenalkan kepada masyarakat.
Tepung ubi kayu yang dikenal dengan nama MOCAF tersebut adalah produk turunan dari ubi kayu yang menggunakan prinsip modifikasi sel ubi kayu secara fermentasi. Tepung MOCAF memiliki karakter yang berbeda dengan tepung ubi kayu biasa dan tapioka, terutama dalam hal derajat viskositas, kemampuan gelasi, daya rehidrasi dan kemudahan melarut.
Dengan melihat sepintas saja secara fisual nampak perbedaan yang nyata dalam hal warna maupun aroma. Tepung MOCAF berwarna lebih putih dan berbau netral (tidak berbau apek khas ubi kayu), sehingga dapat menggantikan posisi terigu. “Ternyata harga MOCAF Rp. 5.500/kg, sedangkan terigu Rp. 7.000/kg sehingga lebih murah”, kata Sadjilah, KTNA dari DKI Jakarta, seorang petani pengolahan hasil pertanian yang memproduksi kue-kue dari bahan baku MOCAF.

Beralih ke MOCAF
Menurut Sadjilah yang asli Yogyakarta dan dikaruniai 3 orang putri, usaha pembuatan kue dengan bahan baku MOCAF telah dimulai sejak 1 tahun. Semula kue yang diproduksi mempergunakan tepung terigu namun karena harga bahan bakunya mahal beralih ke MOCAF dengan membeli dari INKOPTAN. Ternyata dengan mempergunakan bahan baku dari dalam negeri di samping harganya lebih murah dapat membantu petani singkong dari berbagai daerah yang diolah INKOPTAN.

sumber : www.sinartani.com

0 komentar: