Hikmah Mahalnya Buah Impor

Kamis, 11 Juli 2013 0 komentar

Peraturan pemerintah yang makin memperketat impor buah telah menampakkan hasilnya. Diterapkan sejak Januari 2013, dampaknya di ritel makin terasa. Buah impor makin sulit ditemui, dan seperti prinsip ekonomi lainnya, begitu pasokan berkurang, harga makin meningkat.

Sebagai konsumen buah impor, awalnya saya bertanya-tanya mengapa makin sulit menemukan buah-buahan tersebut. Setiap hari, kami mengonsumsi buah dalam bentuk jus untuk anak-anak, dan potongan untuk dibawa ke kantor. Buah juga harus selalu ada sebagai cemilan sehat saat mulut sedang iseng ingin mengunyah.

Masalah pertama, buahnya sudah tidak ada. Buah impor menjadi pilihan karena harganya yang terjangkau, lebih manis dari buah lokal, tingkat kemanisan yang standar, selalu ada, dan lebih besar. Memang kalau dihitung per kilogram lebih mahal dari buah lokal, namun lebih praktis karena tak perlu mengupas lebih banyak buah.

Masalah kedua, jika ada, harganya mahal. Harga yang saya temui di tingkat ritel telah meningkat seratus persen. Cukup membuat saya terpekur lama di depan lemari pendingin, mempertimbangkan jadi beli ngga ya.

Bagaimanapun, toh kami harus tetap mengonsumsi buah. Sehingga mau tidak mau akhirnya ada beberapa buah yang harus disubtitusi. Apel diganti pir yang masih murah, atau apel malang. Jeruk ponkan diganti jeruk pacitan. Anggur, lupakan, karena anggur lokal sulit juga ditemukan. Buah yang tadinya tidak masuk hitungan, sekarang jadi pilihan. Melon, semangka dan jambu biji akhirnya menjadi alternatif selingan.

Jika sektor pertanian sudah merata teknologi dan pengetahuannya, seharusnya kondisi ini sudah dengan cepat bisa mengalihkan pelanggan setia buah impor untuk memilih buah lokal dengan senang hati, bukan karena terpaksa. Kalau sekarang kan konsumen buah impor anggaplah sedang dalam masa menanti harga normal kembali,  meski kali ini nampaknya mustahil karena pengetatan keran impor buah tersebut.

Kenapa buah lokal kurang diminati? Jeruk lokal yang saya beli, sepertinya tidak ada perubahan dari masalah-masalah sebelumnya. Warna kurang menarik, ukuran masih imut-imut, kualitas tidak standar, demikian juga dengan rasa manis bisa berbeda-beda. Apel yang paling banyak di pasaran adalah apel malang, yang rasanya masih agak masam, sehingga jus untuk anak-anak harus ditambah gula. Belum lagi masalah pasokan, yang kadang ada kadang tidak. Padahal mestinya bisa diusahakan panen bisa berlangsung sepanjang musim, demikian juga dengan distribusinya agar merata.

Kita memang bisa mengharuskan konsumen untuk mencintai produk dalam negeri. Namun jika produk kita lebih jelek, maka hal tersebut harus diakui secara jujur, untuk kemudian mencari cara untuk memperbaikinya, melakukannya, dan terus berinovasi dengan hasil yang didapatkan. Produk lokal, paling tidak harus menjadi raja di negeri sendiri. Setelah itu barulah bisa percaya diri bersaing dengan produk sejenis dari negara lain.

http://ekonomi.kompasiana.com/agrobisnis/2013/04/29/hikmah-mahalnya-buah-impor-555728.html
Baca selengkapnya »

Takut tekanan WTO, impor buah dan sayur dibuka

0 komentar

Tak hanya menyulut kelangkaan buah impor,  pembatasan impor hortikultura berujung dengan rencana Amerika Serikat menggugat beleid tersebut di forum WTO. Kini, pemerintah merevisi aturan tersebut.
Kementerian Perdagangan (Kemdag) menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 16/2013. Aturan ini  menganulir  Permendag Nomor 30/2012 dan Permendag No. 60/2012 yang mengatur soal Tata Niaga Hortikultura.  
Inti beleid anyar ini adalah pemerintah mencabut  kuota atawa pembatasan impor produk hortikultura. Kini impor hortikultura kembali dibuka selebar–lebarnya. Meski begitu, sejumlah pembatasan tetap dilakukan.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemdag, Bachrul Chairi menjelaskan, pembatasan itu antara lain, pertama, impor produk hortikultura hanya boleh dilakukan oleh Importir Produsen (IP) dan Importir Terdaftar (IT).
Setiap Persetujuan Impor (IP) produk hortikultura harus mendapat Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) dari Kementerian Pertanian (Kemtan).
Kedua, permohonan penerbitan IP, IT, dan PI kepada Kemdag hanya dilayani melalui sistem online. Ketiga, setiap importasi produk hortikultura harus diverifikasi atau dilakukan penelusuran teknis impor di pelabuhan muat, negara asal oleh surveyor yang ditunjuk pemerintah.
Keempat, terhadap IP, IT, dan PI yang telah diterbitkan berdasarkan Permendag No. 30/2012 dan Permendag No.  60/2012 dinyatakan tetap berlaku sampai dengan masa berlakunya berakhir. "Importasi produk hortikultura juga tidak lagi menerapkan pembatasan alokasi kuota," imbuhnya.
Nantinya, pengaturan impor hortikultura menitik-beratkan pada sanitary and phytosanitary (SPS) yang merupakan bagian kesepakatan WTO, terkait kesehatan dan perdagangan internasional.
Wakil Menteri Pertanian, Rusman Heriawan bilang, pihak juga tengah merevisi Permentan No. 60/2012 tentang Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH). Kemtan memastikan peraturan baru hasil revisi yang berisi penyederhanaan perizinan akan terbit dalam satu atau dua hari ini ke depan. Setelah Permentan kelar aturan ini akan berlaku mulai semester II mendatang.
Koreksi terhadap kebijakan impor hortikultura ini mendapat sambutan positif dari kalangan eksportir. Ketua Umum Asosiasi Eksportir Importir Buah dan Sayuran Segar Indonesia, Khafid Sirotuddin menyatakan sangat mendukung langkah pemerintah ini. "Kami inginkan adanya transparansi dan efisiensi dalam prosedur importasi,"  tandasnya.
disarikan dari http://nasional.kontan.co.id
Baca selengkapnya »

Tips Membersihkan Buah Impor Agar Aman Dikonsumsi

0 komentar

Suka juga buah impor?
Beberapa hari yang lalu gue nonton berita tentang dinas pajak sebuah kota besar di Indonesia memusnahkan ratusan kontainer yang berisikan buah dan sayuran impor yang bermasalah dengan surat ijin. Sebab kontainer-konetainer itu belum keluar dari palabuhan sejak Okteber 2012 lalu. Kabarnya ratusan kontainer yang berisi buah dan sayur impor itu bernilah hingga 30 miliar rupiah..wiiiiih duit segitu banyaknya dibuang cuma-cuma.
Sebenarnya yang bikin gue tertarik dengan beritanya bukan masalah uang senilai 30 miliar yang dimusnakan. Tetapi cenderung kearah bahayanya mengkonsumsi buah impor dan alasannya.
Mengapa buah impor itu berbahaya?
Ternyata buah impor yang sering gue konsumsi itu untuk sampai ke tangan penjual langganan gue, itu butuh waktu berbulan-bulan. Mulai sejak panen lalu pengiriman bahkan sampai surat ijin, itu semua ternyata membutuhkan waktu berbulan-bulan! Namun hebatnya walaupun butuh waktu berbulan-bulan dari tangan pemanen buahnya disana untuk sampai ketangan penjual langganan gue, buah-buah tersebut masih nampak segar dan menggoda. Hal itu dikarenakan kulit-kulit buah impor tersebut dilapisi dengan WAX atau LILIN.
Masalahnya adalah wax atau lilin tersebut jika tidak dicuci dengan benar maka akan tetap menempel paka kulit buah impor yang kita konsumsi, dan katanya hal tersebut bisa menyebabkan tumbuhnya berbagai macam kanker ditubuh kita yang mengkonsumsinya.
Celakanya gue biasanya nyuci buahnya cuma dengan disiram-siram atau gue cuci langsung di kran air trus abis itu gue lap pake tissu. Ternyata cara yang gue pake itu salah besar, karena kalau pake cara seperti itu wax atau lilinnya belum lepas dari kulit buahnya.
Menurut para ahli cara membersihkan buah impor agar aman dikonsumsi adalah dengan cara-cara berikut :
  1. Rendam dan cuci terlebih dahulu buah yang akan dikonsumsi dengan air hangat. ( buah dalam kondisi utuh sebelum dipotong-potong)
  2. Rendam dan cuci terlebih dahulu buah yang akan dikonsumsi dengan air hangat yang ditambahkan dengan garam.
  3. Rendam dan cuci terlebih dahulu buah yang akan dikonsumsi dengan air hangat yang ditambahkan dengan cuka.
Demikianlah tips membersihkan buah impor agar aman dikonsumsi yang gue dapat dari acara sebuah stasiun TV beberapa hari lalu. Semoga saja bermanfaat untuk teman-teman yang gemar memakan buah impor.
Soalnya kasian tubuh kita dan tubuh anak-anak kita, apalagi kalau makan buahnya yang ditelan bersama kulitnya semisal anggur dan apel, bayangkan wax atau lilin tersebut mengendap dalam tubuh kita atau anak-anak kita. Lebih baik mencegah dari pada mengobati.
Baca selengkapnya »

Kenapa RI Selalu Diserbu Buah Impor? Ini Penjelasan Dahlan Iskan

0 komentar

Selama Mei 2013, buah impor yang masuk ke Indonesia tercatat sebesar 75 ribu ton atau US$ 104,06 juta. Sementara jika secara kumulatif (Januari-Mei 2013) ada 221 ribu ton buah impor yang masuk atau US$ 274,1 juta.

Menteri BUMN Dahlan Iskan menyatakan, serbuan impor buah yang terjadi merupakan akibat dari tak berdayanya Indonesia mengatur buah-buahan lokal. Secara produksi dan distribusi, Dahlan mengatkaan harusnya buah lokal bisa dioptimalkan. Bahkan tanpa harus mengimpor buah lagi.

"Kenapa pasar buah kita diserbu? Karena kita tidak memanage buah kita. Karena buah-buahan kita pohonnya itu milik individual. Yang kita nggak bisa instruksikan," ujar Dahlan dalam acara acara Konferensi Pemberdaya UMKM Nasional 2013 di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (4/7/2013)

Padahal, menurut Dahlan buah-buahan itu harus diatur dari saat panen hingga distribusi. "Kita nggak bisa mengharuskan pemilik untuk panen tanggal segini dan harus distribusikan ke mana. Pohon ini untuk ke sini, yang itu ke sini, itu kan nggak bisa diatur karena itu pohon mereka masing-masing," jelas Dahlan.

Untuk itu, Dahlan ingin proses pengaturan itu dimulai. Beberapa BUMN seperti PT Perkebunan Nusantara (PTPN) sebagai inisiatornya. Saat ini yang akan dioptimalkan adalah PTPN VIII dan PTPN X.

"Itu marilah kita berubah dari sistem individual ke sistem korporasi. Bagaimana sekarang yang individual bergabung ke sistem korporasi. Sejuta pohon durian, tapi satu juta pohon itu dalam korporasi. Asal mereka tergabung dalam sistem itu. Nah BUMN itu yang menjadi pemacunya dulu," tutur Dahlan.

disarikan dari http://finance.detik.com
Baca selengkapnya »

Khasiat Bawang Merah

0 komentar
Bawang merah (Allium ascolonicum L) Merupakan salah satu jenis tanaman yang biasanya digunakan untuk bumbu penyedap dalam masakan, khususnya didaerah Asia termasuk Indonesia, bawang merah merupakan tanaman semusim dengan umbian berlapis dan memiliki akar serabut, selayaknya bawang putih kelik khasiat bawang putih untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang bawang putih. Bawang merah selain dimanfaatkan sebagai bahan bumbu penyedap dalam masakan bawang merah juga banyak dimanfaatkan untuk kesehatan, karena diyakini bawang merah mampu mengobi penyakit tertuntu Ini semua karena kandungan gizi bawang merah yang sangat banyak, dan sangat dibutuhkan oleh tubuh kita, diantara kandungan gizi bawang merah adalah sebagai berikut :
Kandungan Gizi Bawang merah Nilai gizi per 100 g (3.5 oz)
  • Energi 166 kJ (40 kcal)
  • Karbohidrat 9,34 g
  • Gula 4,24 g
  • Diet serat 1,7 g
  • Lemak 0,1 g
  • jenuh 0,042 g
  • monounsaturated 0,013 g
  • polyunsaturated 0.017 g
  • Protein 1,1 g
  • Air 89,11 g
  • Vitamin A equiv. 0 mg (0%)
  • Thiamine (Vit. B1) 0,046 mg (4%)
  • Riboflavin (Vit. B2) 0,027 mg (2%)
  • Niacin (Vit. B3) 0.116 mg (1%)
  • Vitamin B6 0,12 mg (9%)
  • Folat (Vit. B9) 19 mg (5%)
  • Vitamin B12 0 mg (0%)
  • Vitamin C 7.4 mg (12%)
  • Vitamin E 0,02 mg (0%)
  • Vitamin K 0,4 mg (0%)
  • Kalsium 23 mg (2%)
  • Besi 0,21 mg (2%)
  • Magnesium 0,129 mg (0%)
  • Fosfor 29 mg (4%)
  • Kalium 146 mg (3%)
  • Sodium 4 mg (0%)
  • Seng 0,17 mg (2%)
  • Sumber: USDA Nutrient database
Dari kandungan gizi bawang putih inilah yang menyebabkan bawang merah dapat dimanfaatkan untuk kesehatan, dan diantara khasiat bawang merah untuk kesehatan adalah sebagai berikut:
  1. Khasiat bawang merah untuk perut kembung pada anak
    • Siapkan satu siung bawang merah dipotoh tipis-tipis
    • Minyak kelapa secukupnya
    • Minyak kayu putih secukupnya
    • Campur bawang merah dengan minyak kelapa dan minyak kayu putih, sambil bawang merahnya diremas-remas
    • Oleskan ramuan tersebut pada bagian tubuh perut yang kembung, tangan, dan kaki 
  2. Khasiat bawang merah untuk mata ikan dikaki
    • Siapkan bawang merah secukupnya
    • Bersihkan dari kulitnya
    • Rajang tipis-tipis bawang merah yang sudah kita bersihkan tersebut
    • Tempelkan pada bagian kaki yang terkena mata ikan
    • Bungkus dengan perban
    • Dilakukan pada malam hari dan biarkan sampai besok pagi
    • Cuci dengan sabun dan air hangat didaerah bekas mata ikan dikaki
    • Lakukan perawatan tersebut setiap malam sampai mata ikan dikaki hilang
  3. Khasiat bawang merah untuk anak cacingan
    • Siapkan beberapa siung bawang merah secukupnya
    • Bersihkan dari kulitnya
    • Potong kecil-kecil bawang merah tersebut
    • Seduh dengan air dingin dan biarkan selama satu malam
    • Saring ambil airnya, lalu tambahkan madu tawon/lebah
    • Minumkan pada anak-anak yang mengalami cacingan
    • Lakukan dengan rutin sampai cacingan anak kita sembuh
Demikianlah share khasiat daun alami tentang beberapa kandungan gizi bawang merah dan khasiat bawang merah yang dapat kita manfaatkan untuk kesehatan semoga bermanfaat. 
disarikan dari http://khasiatdaunalami.blogspot.com
Baca selengkapnya »

11 Manfaat Asam Jawa bagi Kesehatan

0 komentar
Asam jawa yang selama ini dikenal sebagai bumbu dapur, ternyata memiliki bahyak manfaat untuk pengobatan. Nyeri dan bau anyir di waktu haid, radang tenggorokan atau difteri, batuk kering, bisul, darah rendah, sariawan, keputihan, serta campak adalah beberapa penyakit yang bisa diatasi oleh asam jawa.  

Pohon asam berasal dari Afrika, biasa ditanam sebagai pohon perindang, bisa mencapai ketinggian 25 meter. Daunnya bersirip sama rata dan bunganya kekuning-kuningan. Buahnya berbentuk batang dan berbiji dengan panjang 3,5-20 cm dan tebal 2,5 cm. Kulit cangkang luar lunak berwarna cokelat dan daging buah rasanya asam.
Daging buahnya berwarna putih kehijauan dan sesudah tua menjadi cokelat. Daging buah biasa dipakai untuk mengasamkan makanan, dibuat sirup, atau membersihkan barang-barang logam yang warnanya berubah menjadi kehitaman. Daging buah yang sudah tua kadang-kadang diolah (ditanak) agar tahan lama.
Karena warnanya menjadi kehitam-hitaman, biasa disebut asam kawak. Daging buahnya mengandung bermacam-macam asam, seperti tatrat, malat, sitrat, suksinat, asetat. Asam berkhasiat untuk memudahkan buang air besar dan melancarkan peredaran darah. Daunnya yang mengandung flavonoid bersifat antiradang dan menghilangkan rasa sakit.
Bisa Menjadi Pencahar Menurut Ir. Wahyu Soeprapto, ahli tanaman obat dari Malang, Jawa Timur, daun pohon asam jawa diyakini bisa menurunkan panas dalam dan juga menambah nafsu makan. Selain itu, karena mengandung asam tatrat, asam jawa diyakini bisa sebagai pencahar bagi mereka yang mengalami sulit buang air.
“Karena sifatnya menjadi gel dengan menyerap cairan, asam jawa juga bisa dipakai untuk menghancurkan lemak,” kata Soeprapto.
Wahyu juga menambahkan, asam jawa bisa dibuat sebagai minuman hangat. Menurutnya, sebagai variasi, asam jawa juga bisa dipadukan dengan obat tradisional lainnya seperti temulawak, pace, atau yang lain. “Yang penting, lihat kebutuhan dan takarannya,” katanya lagi.  
Daging buah asam biasanya dibuat agar-agar, sirup, atau manisan. Inti kayu berat dibuat menjadi kayu halus dan dijadikan bahan pahatan. Bijinya dibakar atau digoreng, sehingga dapat dimakan. Buahnya termasuk dalam daftar obat tradisional yang sudah dilegalkan.
Ramuan Asam Jawa 1. Bisul Asam kawak (daging buah asam matang yang sudah diolah dan warnanya hitam bukan cokelat) sebanyak lima gram, daun bayam duri dan daun kangkung masing-masing 10 gram, sedikit garam.
Daun bayam dan kangkung ditumbuk halus, dicampur dengan asam dan diberi sedikit garam dapur. Tempelkan pada bisul sampai seluruh permukaannya tertutup semua. Bila sudah kering, ganti lagi dengan yang baru. Dengan cara ini, dalam waktu singkat bisul akan matang dan pecah.
2. Sariawan Satu cangkir daun asam muda dicuci bersih, sepotong kunyit lima cm diiris tipis. Rebus dengan empat gelas air sampai tinggal setengahnya. Supaya rasanya agak enak, tambahkan gula aren saat merebus. Saring. Minum setiap pagi dan sore. Ulangi selama beberapa hari.
3. Nyeri Haid a. Satu genggam daun asam muda dicampur dengan dua jari kunyit dan setengah gelas air masak, lalu ditumbuk halus. Tumbukan ditambah air secukupnya kemudian disaring dan diminum. b. Asam kawak setengah ibu jari, temulawak 10 potong, gula aren secukupnya. Rebus ketiga bahan tadi dengan air satu gelas, biarkan hingga menjadi setengahnya. Minum setiap pagi, lakukan berturut-turut selama seminggu menjelang datang bulan.
4. Pencegah kolesterol tinggi Ambil 150-200 gram daun asam jawa, tumbuk halus. Beri segelas (220 ml) air matang panas. Lalu saring dan minum sampai habis. Lakukan sehari tiga kali.
5.  Menurunkan demam bayi   Asam kawak dan kunyit masing-masing satu ibu jari, daun melati muda lima lembar, daun bawang dua tangkai. Setelah dicuci, tumbuk semua bahan tersebut hingga halus. Tempelkan di ubun-ubun bayi.
6. Demam setelah nifas Asam kawak satu jari, gula aren secukupnya. Asam dan gula aren diseduh dengan air panas dalam gelas. Setelah agak hangat minum. Minum dua kali masing-masing satu gelas sampai beberapa hari.   7. Ambeien Asam kawak satu gram, daun keji beling dan meniran masing-masing enam gram, temulawak tiga gram. Setelah dibersihkan, rebus dengan seliter air, biarkan hingga menjadi setengahnya. Setelah dingin, minum tiga kali sehari.
8. Darah rendah Asam kawak lima gram, bayam 250 gram, gula aren 10 gram, bawang merah 50 gram, cabai 15 gram, garam dapur tujuh gram. Bayam direbus, jangan terlalu masak. Semua bahan lainnya ditumbuk jadi satu menjadi sambal. Nasi beras merah, bayam, dan sambal digunakan sebagai santapan makan siang. Lakukan setiap hari sebagai lauk pauk.
9. Difteri   Asam jawa, lobak, bawang merah, kencur masing-masing lima gram, daun pepaya 10 gram. Selain asam, semua bahan ditumbuk diberi air kemudian diperas airnya. Tambahkan asam. Seduh dengan air panas. Aduk hingga merata. Selagi masih hangat, gunakan untuk kumur. Lakukan tiga kali sehari.
10. Disentri Asam kawak lima gram, kunyit dan temulawak masing-masing 10 gram, madu murni satu sendok makan. Asam kawak, kunyit, dan temulawak ditumbuk jadi satu, beri air panas satu cangkir, peras, lalu saring. Tuangkan madu ke dalam perasan tersebut, aduk rata. Diminum sekaligus pada pagi hari.
11. Eksim Asam jawa segenggam, umbi temu lawak satu buah, gula aren satu potong. Umbi temulawak ditumbuk, campur dengan asam dan gula. Rebus dengan dua gelas air hingga tersisa setengahnya. Minum sekali sehari. Lakukan dua hari sekali.
disarikan dari www.kompas.com
Baca selengkapnya »

10 Manfaat Makan Bawang Bombay

0 komentar
Bawang Bombay adalah sayuran dari genus Allium, satu famili dengan bawang merah, bawang putih dan bawang perai. Bawang ini berbentuk bulat dan berukuran sekepalan orang dewasa. Bawang bombay lebih dikenal sebagai sayur daripada sebagai rempah atau sebagai penyedap masakan. 
Bawang bombay biasa di masak, dipanggang, digoreng, dipanggang, bahkan dimakan mentah. Bawang bombay seringkali ditambahkan sebagai penambah citarasa dan penambah penampilan hidangan. Seperti juga jenis bawang lainnya, bawang bombay kaya akan nutrisi yang berkhasiat bagi kesehatan. Berikut beberapa manfaat bawang bombay bagi kesehatan.
1. Melawan Kanker
Bawang bombay kaya akan senyawa sulfida, yang berkhasiat melindungi sel-sel  tubuh terhadap pertumbuhan tumor.
2. Mengendalikan Kadar Glukosa Darah
Makan bawang bombay dapat membantu mengurangi kadar glukosa darah. Bawang bombay mengandung alil-propil-disulfida dan mineral krom (chromium) yang membantu meningkatkan produksi insulin. Insulin adalah hormon yang membantu penyerapan glukosa oleh sel tubuh.
3. Mencegah Penggumpalan Darah
Bawang bombay mengandung bahan anti-penggumpalan darah. Kandungan sulfur dalam bawang bombay berkhasiat mencegah penggumpalan darah.
4. Membantu Sistem Pencernaan
Bawang bombay mengandung serat pangan yang membantu melancarkan pencernaan. Bawang bombay juga mengandung prebiotik yang mendorong pertumbuhan bakteri menguntungkan (probiotik) dalam sistem pencernaan sehingga membantu fungsi pencernaan.
5. Melindungi Terhadap Alergi
Bawang bombay kaya akan quercetin, suatu antioksidan yang diketahui memiliki sifat anti-inflamasi (anti-radang) dan anti-alergi.
6. Menjaga Kesehatan Otak
Bawang bombay banyak mengandung vitamin B kompleks seperti asam pantotenat, piridoksin, folat dan thiamin yang merupakan nutrisi penting bagi otak dan berperan dalam mencegah gangguan syaraf.
7. Memperkuat Tulang
Bawang bombay mengandung beberapa nutrisi penting yang menjaga kepadatan tulang berupa mineral tembaga, kalsium, magnesium, dan fosfor.
8. Memperkuat Jaringan Penghubung
Sulfur yang terkandung dalam bawang bombay bermafaat dalam pembentukan jaringan penghubung.
9. Memperkuat Daya Tahan Tubuh
Bawang bombay kaya antioksidan berupa  vitamin C, quercetin, dan mineral mangan yang sangat berkhasiat dalam menyembuhkan demam dan influenza.
10. Mengurangi Resiko Hipertensi
Bawang bombay mengandung zat yang disebut allicin, yang menjaga kelenturan pembuluh darah sehingga menjaga tekanan darah tetap normal.
disarikan dari http://olvista.com
Baca selengkapnya »

"Egoisnya AS Terhadap Peraturan & Pengaturan Buah Impor Kementan RI" by @PrudenceStella

Selasa, 05 Maret 2013 0 komentar

1.Tahun lalu Kementerian Pertanian telah mengeluarkan 3 Peraturan yang mengatur persyaratan teknis impor produk hortikultura

2.Peraturan diberlakukan 19 Maret 2012 untuk memperketat masuknya produk pertanian impor, antara lain buah impor 

3. Sejak itu kalau kalian cermati, buah impor mulai berkurang di pasaran. Ini kesempatan yg sangat bagus bagi para petani buah lokal



4. Tapi tgl 10 Januari 2013 Per­wakilan Dagang Amerika Serikat (AS), mengumumkan AS telah meminta konsultasi dengan In­donesia

5. Konsultasi ini dimaksudkan sbg langkah awal sebelum membawa isu tersebut ke tingkat World Trade Organization (WTO) 
 
6.AS minta untuk konsultasi dg RI sehubungan pembatasan impor Indonesia pd produk HORTIKULTURA & TERNAK 

7. Karena protes tidak ditanggapi mk akhirnya ditempuh cara konsul­tasi di WTO. Peraturan WTO melarang pembatasan impor barang 
 
8.Bagaimana mau ditanggapi kalau pemaksaan bebas impor secara sepihak oleh US. Dlm hal ini Kemendag membackup kebijakan Kementan 

9. Jika AS memberlakukan persyaratan yg ketat bagi produk-produk In­donesia yang diekspor ke AS. Tentu saja Indonesia juga berhak 

10. Sekali penjajah tetap penjajah. AS berusaha mendikte kebijakan yg untungkan negaranya sendiri. RI jg harus lakukan yg sama. 

11. RI sdh jd korban bulan2an kebijakan perdagangan bebas. 220 jt penduduk tiap hr dipapar produk impor. Mulai dr peniti smp buah 
 
12.Saatnya rakyat Indonesia melakukan KEBERPIHAKAN SECARA JELAS thd produk sendiri, tanpa itu percuma saja RI ngotot di WTO 

13. Diawali dg konsumsi buah lokal, bs dilanjut baju tas sepatu lokal, panci Maspion nya Alim Markus, elektronik Polytron dll 

14.Biar Kemendag bertempur di WTO, kita bantu dg JANGAN BELI produk impor kecuali tdk ada pilihan.Yuk lawan neoimperialis. Sekian
Baca selengkapnya »

Kemendag dan Kementan kembali bertentangan soal impor buah

0 komentar


JAKARTA, kabarbisnis.com: Jika sebelumnya Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementerian Pertanian (Kementan) beda pendapat soal daging sapi impor, kali ini kedua kementerian itu kembali bertentangan soal impor hortikultura.

Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan menuturkan, pihaknya berharap Kementerian Pertanian tidak mempersulit proses impor holtikultura yang dinilai merugikan importir. Menurutnya, bila impor terhambat maka pasokan produk-produk hortikultura juga terancam.

Gita meminta Kementan tidak mempersulit terbitnya rekomendasi impor produk hortikultura (RIPH). Lamanya RIPH bisa membuat kacau pasokan produk dan menyebabkan naiknya harga hortikultura.

Kebijakan pemerintah dalam mengatur impor produk hortikultura ini telah melonjakkan harga buah dan sayuran impor hingga 300 persen. Tidak hanya itu, pembatasan impor juga menyebabkan sejumlah importir gulung tikar. 

Sementara Kementerian Pertanian berdalih tidak ada larangan maupun pembatasan impor khususnya pada kuota impor buah. Meski demikian, Kementan akan meninjau kembali Permen Pertanian Nomor 3 pasal 2 ayat 2 huruf e mengenai syarat gudang penyimpanan bagi para importir.

Hal itu ditegaskan Kepala Bagian Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kementerian Pertanian, Haryono. Ia menegaskan Kementan tidak melakukan pembatasan, melainkan pengaturan mengenai impor buah untuk melindungi petani buah dalam negeri.

Karena banyaknya protes atas Permen Pertanian Nomor 3 pasal 2 ayat 2 huruf e mengenai syarat gudang penyimpanan bagi para importir, Kementan akan meninjau kembali peraturan menteri pertanian itu.

"Jika nantinya memang terjadi ketidakadilan antara importir bermodal besar dengan importir bermodal kecil, Kementan akan segera merevisi Permen Pertanian itu," pungkas Haryono.
Baca selengkapnya »

Kementan Bantah Batasi Kuota Impor Buah

0 komentar
Headline

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Pertanian berdalih tidak ada larangan maupun pembatasan impor khususnya pada kuota impor buah. Meski demikian, Kementan akan meninjau kembali Pertanian Nomor 3 pasal 2 ayat 2 huruf e mengenai syarat gudang penyimpanan bagi para importir.
Hal itu ditegaskan Kepala Bagian Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kementerian Pertanian, Haryono. Ia menegaskan Kementan tidak melakukan pembatasan, melainkan pengaturan mengenai impor buah untuk melindungi petani buah dalam negeri.

Karena banyaknya protes atas Permen Pertanian Nomor 3 pasal 2 ayat 2 huruf e mengenai syarat gudang penyimpanan bagi para importir, Kementan akan meninjau kembali peraturan menteri pertanian itu.

Jika nantinya memang terjadi ketidakadilan antara importir bermodal besar dengan importir bermodal kecil, lanjut Haryono, Kementan akan segera merevisi Permen Pertanian itu.
Baca selengkapnya »

Harga Buah Impor Melonjak, Produk Lokal Harus Didorong

0 komentar
Pedagang buah menunggu pembeli di Pasar Johar, Kota Semarang, Jawa Tengah, (28/1/2013). Dalam satu bulan ini buah lokal mendominasi pasar setelah pasokan buah impor mulai terbatas dengan harga dua kali lipat lebih tinggi di pasar.

 JAKARTA, KOMPAS.com  - Pemerintah perlu mendorong petani buah lokal. Hal ini dilakukan untuk menggantikan buah impor yang makin dibatasi. 

Murthando, pedagang buah impor di kawasan Kebon Kacang, Jakarta, yang ditemui Sabtu (16/2/2013), mengatakan, pemerintah perlu memberdayakan petani buah lokal sehingga mencapai swasembada. 

”Petani perlu memperbaiki kualitas buah, jumlah pasokan, dan standar harga yang jelas,” ujar pria yang sudah berjualan buah selama 25 tahun itu. 

Hal itu diungkapkan menyusul harga buah impor di beberapa pasar dan gudang buah di Jakarta mengalami peningkatan dua kali lipat. 

Susanto, pedagang buah lokal yang sudah 13 tahun berjualan di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, mengungkapkan, pada tahun lalu dia berhenti menjual buah impor karena harganya naik hingga 100 persen. 

”Saya tidak sanggup lagi menjual buah impor karena tak punya modal. Bayangkan saja anggur impor dari Amerika Serikat yang dulu saya beli 8 kilogram di gudang buah di Ancol seharga Rp 250.000 sekarang sudah naik hingga Rp 550.000,” tutur pria asal Jepara itu. 

Hal yang sama disampaikan oleh Fadlin Mudin, penjual buah impor di Blok S Pasar Senen, Jakarta Pusat. Menurut dia, harga buah lokal seperti salak, melon, alpukat, sirsak, dan jambu masih stabil dengan kenaikan hanya mencapai Rp 1.000. Namun, berbeda jauh dengan harga buah impor yang naik 50-100 persen. 

”Anggur washington menjadi salah satu buah impor yang harganya melonjak dua kali lipat, dari Rp 40.000 per kilogram menjadi Rp 80.000 per kilogram,” tutur Fadlin. 

”Akibat lonjakan biaya yang ditetapkan oleh para importir buah, saya pun terpaksa harus menaikkan harga jual yang tentu akan dikesalkan oleh para pelanggan saya,” ungkap Murthando. 

Ayung, pemilik gudang buah di wilayah Sunter, Jakarta Utara, yang mengimpor buah dari sembilan negara di kawasan Eropa, Asia, Afrika, dan Amerika, menuturkan, dia terpaksa menaikkan harga karena harga bea masuk buah impor juga tinggi. 

Sementara itu, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Bachrul Chairi ketika dihubungi menjelaskan, sampai saat ini pihaknya belum menerima rekomendasi impor produk hortikultura dari Kementerian Pertanian.
Baca selengkapnya »

Inilah Penyebab Harga Buah Lokal Tidak Kompetitif

0 komentar
Headline

INILAH.COM, Jakarta - Pengamat Ekonomi Faisal Basri mengaku miris ketika harga komoditas buah jeruk Mandarin jauh lebih murah dibanding jeruk lokal.

Menurut catatannya, jeruk Medan dijual dengan harga Rp20 ribu per kilo gram, sementara jeruk Mandirin hanya dijual Rp17 ribu per kg. "Jeruk Medan sama jeruk Mandarin lebih murah mana? Ya lebih murah yang dari Mandirin," katanya dalam Seminar Ekonomi Pancasila Sebagai Alternatif Sistem Ekonomi Indonesia di Jakarta, Sabtu (23/2/2013).

Faisal mengemukakan, buruknya infrastruktur konektivitas sebagai penyebab mahalnya harga jeruk Medan. Adapun, jeruk Mandarin dapat diangkut dengan kapal melalui jalur perairan dari negara asalnya dengan biaya yang jauh lebih efisien.

"Jeruk Medan dibawanya ruwet, jalannya rusak, masuk ke Pelabuhan Merak Bakauheni macet. Kalau jeruk Mandarin pakai kapal 30 ribu dwt," tutur dia.

Untuk mengatasi tingginya biaya logistik di Indonesia, dia meminta pemerintah lebih mengembangkan transportasi perairan. Pasalnya, sebagian besar wilayah Indonesia adalah kelautan.

Dia mengkritik kebijakan pemerintah yang terlalu berorientasi ke daratan, misalnya keinginan pemerintah membangun jembatan Selat Sunda. Padahal, transportasi perairan bisa lebih efisien. "Allah menganugerahi negeri ini jalan bebas hambatan yang namanya laut tapi kita malah mau bangun jembatan Selat Sunda, kan biadab," ujarnya.
Baca selengkapnya »

Kenaikan Harga Produk Hortikultura Mencekik Leher

0 komentar


JAKARTA, KOMPAS.com - Kenaikan harga produk hortikultura seperti bawang, tomat dan buah-buahan sungguh mencekik leher. Seperti yang dipaparkan Yuyun salah satu pedagang yang ditemui Kompas di Pasar Mayestik, Jakarta Selatan, Senin  (4/3/2013),  hingga saat ini harga bawang masih mengalami lonjakan harga yang mencapai 50-100 persen.

Berdasarkan pengakuan Yuyun, harga bawang putih kating masih tinggi yakni Rp 40.000 perkilogram, bawang merah seharga Rp 26.000 perkilogram, dan bawang Bombay Rp 28.000. Sedangkan harga tomat juga naik drastis dari Rp 7.000 sampai Rp 15.000 perkilogram.

"Harga produk impor semua mengalami kenaikan drastis. Namun kami tetap membeli produk dari luar seperti bawang putih kating dan bombay, karena belum ada pasokan yang cukup di dalam negeri," papar Yuyun 

Murni salah pedagang buah menjelaskan bahwa harga buah anggur dan apel impor belum mengalami penurunan sama sekali. rata-rata buah impor dari Amerika Serikat dan China mengalami kenaikan hingga 100 persen. Misalnya buah anggur Amerika yang biasanya dijual perkilogram Rp 45.000, saat ini melonjak hingga Rp 90.000.

Namun di tengah kenaikan harga buah impor yang tinggi, tidak mempengaruhi harga jual buah lokal. Jeruk Medan yang biasanya Rp 15.000 naik hingga Rp 25.000 perkilogram, duku Palembang naik dari Rp 15.000 menjadi Rp 20.000 perkilogram dan salak pondoh dari Yogyakarta dari Rp 10.000 naik menjadi Rp 15.000 perkilogram.

"Harga buah lokal juga mengalami kenaikan karena terhambat oleh masalah cuaca. Sehingga mengakibatkan pasokan buah lokal mengalami kekurangan," jelas Murni.
Baca selengkapnya »

Ini Penyebab Harga Buah Mahal

0 komentar
 

 REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat lonjakan inflasi pada Februari 2013 sebesar 0,75 persen. Kepala BPS Suryamin menjelaskan,  salah satu penyebab tingginya inflasi yakni pembatasan impor produk hortikultura.

Salah satunya adalah buah-buahan impor yang mulai dibatasi. Pembatasan tersebut membuat harga komoditas itu mengalami kenaikan harga. Ke depan, kata dia produksi buah lokal perlu digenjot untuk mencegah kenaikan harga.

Harga buah-buahan memang terus naik. Di Pasar Minggu, Jakarta, harga Jeruk Medan mencapai Rp 20 ribu. Begitu pun harga buah impor seperti Anggur Merah yang bisa mencapai Rp 60 ribu.

“Memang ada shock pada saat dibatasi ada peningkatan harga karena suplay dalam negeri masih menyesuaikan,” ujar Suryamin, Jumat (1/3), saat jumpa pers.

Suryamin mengtaakan di bulan-bulan mendatang, diharapkan pemerintah bisa mengupayakan untuk memperbanyak stok guna  menyesuaikan suplay dengan kenaikan harga ini. Pemerintah, kata dia harus mengontrol perkembangan harga kebutuhhan pokok yang menjadi penyebab inflasi.

Dari 66 kota yang dipantau tingkat infasinya, 60 kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Jayapura sebesar 3,15 persen dan Loksmaway 1,78 persen. Sementara, enam kota mengalami deflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Ambon dan Maumere sebesar 2,29 dan 0,92 persen.
Baca selengkapnya »

Pertanian Organik Jogja: Alternatif Raih Ketahanan Pangan dan Ramah Lingkungan

Senin, 03 Desember 2012 0 komentar
 


Pertanian Organik di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) saat ini terus berkembang seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pola hidup sehat dan ramah lingkungan. Hal ini didukung permintaan pasar yang semakin bertambah, serta nilai jual produk yang lebih tinggi . Sayangnya, saat ini luas lahan yang digunakan untuk pertanian organik di DIY masih dibawah 3% dari 57.540 hektar luas tanah pertanian yang ada.

Salah satu perusahaan yang mengelola restoran cepat saji terkenal di Indonesia yang setahun terakhir menggunakan beras organik, dari 370 gerai, 117 gerai di Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur dan Jakarta memanfaatkan beras organik. Perusahaan ini menggunakan beras organik karena konsumen sekarang lebih melek kesehatan, kata salah seorang brand manager perusahaan tersebut. Pada sebuah gerai yang menyajikan nasi organik dan nonorganik, 80% konsumen memilih nasi organik.

Pertanian organik adalah pertanian ramah lingkungan yang memanfaatkan bahan alami lokal di sekitar lokasi pertanian, seperti limbah produk pertanian sebagai bahan baku pembuatan pupuk untuk mereduksi penggunaan pupuk, pestisida, fungisida dan insektisida kimia yang tidak ramah lingkungan.

Saat ini Dinas Pertanian DIY telah memiliki beberapa area pertanian organik. Untuk wilayah Kabupaten Kulon Progo di Desa Kali Bawang, Kabupaten Bantul di Desa Mangunan,  Kabupaten Gunung Kidul di Desa Pondang dan Kabupaten Sleman di Desa Prambanan dan Pakem.

Menurut Kepada Dinas Pertanian Provinsi DIY, Ir. Nanang Suwandi, MMA, tren permintaan terhadap produk pertanian organik terus mengalami peningkatan setiap tahun, namun petani di DIY belum mampu memenuhi permintaan tersebut. Saat ini dinas pertanian DIY sedang mengupayakan target 5% lahan pertanian organik dari luas lahan pertanian yang ada pada tahun 2012.

Kendala utama mengembangkan pertanian organik karena lahan yang digunakan harus terkonsentrasi pada satu area yang jelas batasnya dan terpisah dengan pertanian konvensional. Hal ini untuk menekan terjadinya kontaminasi bahan-bahan kimia, baik dari air irigasi maupun udara. Kendala lainnya adalah hasil yang sedikit, akibat sudah rusaknya kondisi tanah di Indonesia akibat penggunaan pestisida dan pupuk kimia selama bertahun-tahun. Selain itu masalah pemasaran produk organik yang masih terbatas, membuat harga jualnya masih sangat tinggi di pasaran.

 
 Tabel Kebutuhan Padi Organik di Indonesia. Sumber: http://pertaniansehat.com/read/2012/05/28/tren-konsumen-beras-organik-meningkat.html

Sisi lainnya adalah belum dibentuknya Lembaga Sertifikasi yang memberikan jaminan terhadap segala produk pertanian organik untuk meningkatkan kepercayaan publik. “Oleh karena itu, untuk mengembangkan pertanian organik perlu ketelatenan, termasuk menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Lembaga sertifikasi akan kami bentuk, untuk mensertifikasi produk hasil pertanian organik,” ungkap Nanang pada Mongabay Indonesia.
Pentingnya pertanian organik pernah dibahas oleh ahli pertanian Amerika Serikat Laurie Drinkwater ahli manajemen tanah dan ekologi Rodale Institute di Kutztown, Pennsylvania. Dia yakin pertanian organik adalah cara baru mengurangi emisi gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global. Hasil yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Nature bulan Desember 1998 mengatakan, jika pupuk organik digunakan dalam kawasan pertanian kedelai utama di AS, setiap tahun, karbon dioksida di atmosfer dapat berkurang 1% hingga 2 %.

Selain itu, Drinkwater dalam penelitiannya juga menemukan, pertanian organik menggunakan energi 50% lebih kecil dibandingkan dengan metode pertanian konvensional. Artinya, pelaku sistem pertanian organik tidak merusak keberlanjutan komponen lingkungan yang terdiri atas tanah, air, udara, tanaman, binatang, mikroorganisme, dan tentunya manusia.

 “Ke depan dinas pertaninan DIY akan terus mendukung dan meningkatkan kebijakan untuk mengembangkan pertanian organik ini, melihat pangsa pasarnya, selain untuk hidup yang sehat juga kesuburan lingkungan,” sambung Nanang.


Sumber : http://www.mongabay.co.id/2012/07/30/pertanian-organik-jogja-alternatif-raih-ketahanan-pangan-dan-ramah-lingkungan-bagian-i/#ixzz2DwvYLeCb
Baca selengkapnya »