Manfaat Buah Pir untuk Bayi

Kamis, 29 Desember 2011 0 komentar
 



Buah  yang termasuk dalam keluarga buah apel ini lebih kaya serat  ketimbang  apel. Jika 1 buah apel mengandung 3 gram serat, pir mengandung  6 gram. Ini berarti 1 buah pir mengandung 20 persen asupan serat yang  disarankan untuk dikonsumsi dalam sehari.
Buah Pir ini tersedia sepanjang tahun dengan varietas yang berbeda-beda. Di Indonesia dikenal Pir Xiang Lie (Indonesia adalah pengimpor terbesar untuk jenis ini), Pir Ya Lie, Pir Korea, Pir singo, dan Pir California.
Untuk menghindari siKecil dari tersedak, Buah Pir sebaiknya dijuice terlebih dahulu sehingga dapat dikonsumsi dengan aman. Buah Pir ini dapat dikonsumsi mulai umur 6 bulan. Dan karena termasuk sebagai
hipoalergenik, Buah Pir menjadi salah satu buah pertama yang dapat diberikan kepada anak-anak.
Buah pir dapat membantu masalah konstipasi/ sulit buang air besar, oleh karena itu sebaiknya tidak diberikan ke anak-anak ketika mereka sakit diare. 

Manfaat Buah Pir

1. Buah Pir adalah sumber vitamin C dan tembaga (yang melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan dan mendukung sistem kekebalan tubuh), vitamin K, kalium dan serat (yang membantu mencegah sembelit dan membantu BAS secara teratur).
2. Pir pun kaya akan pektin, serat diet yang mudah larut dan dipercaya mampu menurunkan kolesterol dan meregulasi gerakan usus besar/ mengatasi sulit BAB.
3.Buah Pir dapat mengurangi resiko gangguan organ hati karena Buah Pir mengandung glutathione yang
diperlukan dalam metabolisme hati untuk menghilangkan racun dan juga sebagai antioksidan utama di dalam tubuh
4.Pir pun kaya akan pektin, serat diet yang mudah larut dan dipercaya mampu menurunkan kolesterol dan meregulasi gerakan usus besar/ mengatasi sulit BAB.
5. Buah Pir dapat mengurangi resiko gangguan organ hati karena Buah Pir mengandung glutathione yang diperlukan dalam metabolisme hati untuk menghilangkan racun dan juga sebagai antioksidan utama di dalam tubuh.
6. Dalam kehidupan selanjutnya, Buah Pir membantu menurunkan kolesterol dan melindungi tubuh terhadap kanker.

Buah Pir dari California biasanya memiliki tekstur lebih lembut sehingga lebih aman untuk dikonsumsi. 

Tingkat kematangan Buah Pir California 

 

 Agar Buah Pir cepat matang, sandingkan Buah Pir ini dengan Apel / Pisang di suhu ruangan atau masukkan ke dalam kantung kertas. Jangan masukkan Buah  Pir ke dalam lemari pendingin jika belum matang karena Buah Pir akan lama sekali matangnya, dan Jangan tempatkan makanan yang memiliki bau yang tajam karena Buah Pir mudah untuk menyerap bau tersebut.

sumber : http://www.mysweetrooms.com
Baca selengkapnya »

Khasiat Buah Pir

0 komentar
Sebagian besar dari kita pasti pernah mengkonsumsi buah pir. Namun, hanya sedikit dari kita yang mengenal buah pir sebagai buah yang mempunyai nilai gizi tinggi. Buah pir termasuk dalam genus Pyrus dan family Rosaceae. Seperti halnya buah apel, buah pir termasuk juicy fruit, karena mengandung air yang sangat tinggi. Karakternya yang membawa kesegaran, membuat buah pir sangat digemari konsumen.

Manfaat mengkonsumsi buah pir:
Kendalikan tekanan darah
Buah pir tergolong tanaman yang memiliki nilai gisi yang cukup baik, diantaranya adalah kalium, serat pangan (dietary fiber), vitamin C, vitamin K dan tembaga. Menurut The George Mateljan Foundation (2006), kandungan serat pangan pada buah pir termasuk dalam kategori baik. Mengkonsumsi satu buah pir memenuhi 19,8 persen kebutuhan tubuh akan serat pangan setiap hari.

Selain untuk menurunkan kadar kolesterol, kandungan serat pangannya sangat berguna untuk sistem pencernaan. Konsumsi serat dalam jumlah yang cukup sangat baik untuk mengatasi sembelit dan aman untuk lambung yang sensitif atau radang usus. kandungan serat dan tembaga pada buah pir juga dapat mencegah terjadinya kanker kolon. Kandungan serat yang tinggi menjadikan buah pir sangat baik bagi penderita diabetes.

Vitamin C dan K
Buah pir merupakan sumber vitamin C yang baik. Konsumsi stu buah pir setiap hari memenuhi 17 persen kebutuhan tubuh akan vitamin C setiap hari. Vitamin C dikenal sebagai senyawa utama tubuh yang dibutuhkan dalam berbagai proses penting, mulai dari pembuatan kolagen, pengangkut lemak, pengangkut elektron dari berbagai reaksi enzemik, pemacu gusi yang sehat, pengatur tingkat kolesterol, serta pemacu imunitas. Selain itu, vitamin C sangat diperlukan tubh untuk penyembuhan luka dan meningkatan fungsi otak agar dapat bekerja maksimal.

Kandungan vitamin K pada buah pir juga cukup baik. Konsumsi satu buah pir memenuhi 15 persen kebutuhan tubuh akan vitamin K setiap hari. Vitamin K sangat berguna untuk membantu proses pembekuan darah. Vitamin K mempunyai potensi dalam mencegah penyakit serius, seperti penyakit jantung dan stoke, karena efeknya yang dapat mengurangi pengerasan pembuluh darah oleh faktor timbunan plak kalsium.

Anti Kanker
Pir mempunyai sejumlah manfaat yang berguna untuk menjaga kesehatan. selain kandungan gisi yang tinggi, buah pir juga mengandung senyawa-senyawa yang esensial bagi tubuh. Buah pir mengandung asam klorogenat (chlorogenic acid) yang merupakan salah satu bagian dari asam hidroksi sinamat (hydroxy cinnamic acid),. asam hidroksi sinamat ini berperan sebagai antioksidan yang dapat membendung pembentukan sel kanker. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa asam tersebut juga mampu mencegah pertumbuhan bakteri Shigella sonnei, yang menjadi penyebab penyakit pada saluran pencernaan.

Asam hidroksi sinamat juga dapat mencegah terjadinya kanker kolon. Kemampuan tersebut dimiliki karena asam itu dapat mengikat nitrat di dalam perut, sehingga menghambat terbentuknya nitrosamin. Nitrosamin merupakan senyawa karsinogenik (penyebab kanker) yang sangat potensial di dalam tubuh.

sumber : http://khasiatbuah.com
Baca selengkapnya »

Manfaat Buah Pir Bagi Kesehatan

0 komentar
Pir, yang tergolong ke dalam genus Pyrus, adalah sejenis tanaman yang tumbuh di berbagai tempat di dunia, dari daerah pantai hingga daerah beriklim sedang, dari Eropa barat hingga Afrika utara dan Asia.

Terdapat 30 spesies buah pir , diantaranya adalah Pyrus communis, Pyrus nivalis, dan Pyrus salicifolia. Pir dan apel merupakan kedua tanaman yang berkerabat, sehingga beberapa spesies buah ini kadangkala sukar dibedakan. Namun sebenarnya keduanya dapat dibedakan dengan mudah. Daging buah pir memiliki sel batu, sedangkan apel tidak. Bila buah apel dapat mengapung di air, maka buah pir akan tenggelam.

Buah pir digemari dalam bentuk segar, dikalengkan, dibuat jus, atau dikeringkan. Buah pir dapat pula dibuat dalam bentuk jeli atau selai, biasanya dicampurkan dengan buah-buahan lain. Buah pir dapat matang pada suhu ruangan, bahkan akan lebih cepat matang apabila diletakkan di dekat buah pisang. Pendinginan di dalam lemari es akan memperlambat proses pematangan ini.

Dari segi kesehatan, buah pir merupakan sumber serat dan vitamin C yang baik. Selain itu, buah pir juga mengandung kalium, kalsium, vitamin A, gula, serta protein. Serat yang terkandung dalam buah pir merupakan serat tak larut, hal ini berarti pir memiliki khasiat yang baik sebagai obat laksansia/pencahar. Sel-sel batu yang terdapat pada daging buah pir mampu mengurangi polip di usus besar, sehingga mengurangi risiko terjadinya kanker usus besar. Kebanyakan kandungan vitamin C dan serat pir terdapat pada kulit buahnya (1).
Selain itu dikatakan pula bahwa buah pir bermanfaat mengurangi radang/inflamasi pada membran mukosa, kolitis, kelainan kandung empedu, arthritis, serta gout.

sumber : http://www.apoteker.info

Baca selengkapnya »

Jenis-Jenis Buah Pir

0 komentar

Pir atau Pear adalah sebutan untuk pohon dari genus Pyrus dan buah yang dihasilkan. Beberapa spesies pohon pir menghasilkan buah yang enak dimakan karena mengandung banyak air, masir dan manis. Pear adalah nama dalam bahasa Inggris.
Pir adalah pohon yang berasal dari daerah beriklim tropis di Eropa Barat, Asia dan Afrika Utara. Pohon berketinggian sedang, bisa mencapai 10-17 meter tapi sebagian spesies merupakan pohon yang pendek yang memiliki daun yang rimbun.
Daun berselang-seling, berbentuk lonjong yang lebar tapi bisa juga berbentuk membujur panjang (lanceolate) yang langsing. Panjang antara 2 sampai 12 cm. Pada sebagian spesies, daun berwarna hijau mengkilat atau sedikit berbulu berwarna keperakan. Sebagian besar pohon merontokkan daunnya di musim dingin (deciduous) dengan perkecualian dua spesies Pir di Asia Tenggara selalu berdaun hijau sepanjang tahun (evergreen).
Pohon sangat tahan cuaca membeku di musim dingin hingga −25 °C and −40 °C kecuali spesies yang selalu berdaun hijau hanya tahan dingin sampai −15 °C.
Bunga mekar di sekitar bulan April, berwarna putih dengan sedikit aksen warna kuning atau merah jambu. Bunga terdiri dari 5 daun mahkota. Diameter bunga antara 2 sampai 4 cm. Buah bertipe buah pome dengan diameter 1-4 cm pada spesies liar, sedangkan pohon hasil budidaya menghasilkan buah pir berukuran besar dengan ukuran sampai 18 × 8 cm. Bentuk buah beraneka ragam, sebagian besar spesies menghasilkan buah berbentuk bulat. Sebagian spesies seperti Pir Eropa menghasilkan buah yang bentuknya membesar di bagian bawah dan langsing di bagian pangkal buah. Buah siap panen di awal musim gugur.
Ada sekitar 30 spesies pohon dari genus Pyrus :
  • Pyrus amygdaliformis – Almond-leafed Pear
  • Pyrus austriaca – Pir Austria
  • Pyrus balansae
  • Pyrus betulifolia
  • Pyrus bourgaeana – Pir Iberia
  • Pyrus bretschneideri – Pir Ya
  • Pyrus calleryana – Pir Callery
  • Pyrus caucasica – Pir Cacasia
  • Pyrus communis – Pir Eropa
  • Pyrus cordata – Pir Plymouth
  • Pyrus cossonii – Pir Algeria
  • Pyrus elaeagrifolia – Oleaster-leafed Pear
  • Pyrus fauriei
  • Pyrus kawakamii - Evergreen Pear
  • Pyrus korshinskyi
  • Pyrus lindleyi
  • Pyrus nivalis – Pir Salju
  • Pyrus pashia – Pir Afghan
  • Pyrus persica
  • Pyrus phaeocarpa
  • Pyrus pyraster – Pir liar
  • Pyrus pyrifolia – Pir Nashi
  • Pyrus regelii
  • Pyrus salicifolia – Willow-leafed Pear
  • Pyrus salvifolia – Sage-leafed Pear
  • Pyrus serrulata
  • Pyrus syriaca
  • Pyrus ussuriensis – Pir Siberia
  • Pyrus sinkiangensis - Pir Xinjiang atau Pir Xiang Li

Beberapa spesies buah pir dan kultivarnya merupakan komoditas pertanian andalan, misalnya:
  • Pir Eropa (Pyrus communis) yang umum ditanam di Eropa and Amerika Utara
  • Pir Ya (Pyrus bretschneideri) yang dikenal sebagai Pir Shandong atau Pir Hebei
  • Pir Nashi (Pyrus pyrifolia) yang umum ditanam di Asia Timur dan dikenal dengan berbagai nama: Sand Pear, Pir Asia, Pir Apel, Pir Jepang, Pir Korea atau Pir Taiwan.
Indonesia merupakan salah satu negara pengimpor terbesar buah pir Xiang Li (Pyrus sinkiangensis) dari provinsi Xinjiang, Tiongkok.


Beberapa spesies digunakan sebagai tanaman hias atau sebagai batang bawah (rootstock) bagi spesies Pir Eropa dan Pir Asia. Pir Siberia (Pyrus ussuriensis) yang buahnya tidak enak dimakan disilangkan dengan Pir Eropa untuk menghasilkan kultivar yang tahan hama.
Pir Callery (Pyrus calleryana) atau Pir Bradford banyak ditanam sebagai tanaman hias di Amerika Utara. Pyrus salicifolia yang memiliki daun pohon yang rimbun dan berwarna keperakan juga banyak ditanam sebagai tanaman hias.
Buah pir bisa dimakan segar, diproses sebagai buah dalam kaleng, sari buah dan kadang-kadang sebagai buah kering. Jus pir merupakan bahan dasar jelly atau selai walaupun sering dicampur dengan sari buah-buahan lain. Jus pir hasil fermentasi disebut perry.
Buah pir yang belum matang jika dimakan konon bisa memudahkan buang air besar (mempunyai efek laksatif), sedangkan buah pir matang mempunyai efek diuretik dan ada kemungkinan membuat orang mengantuk. Buah pir mengandung sorbitol sehingga bila dimakan terlalu banyak bisa menimbulkan rasa kembung pada perut dan menyebabkan buang angin.
Kayu pohon pir sangat bagus untuk dibuat bahan ukiran, mebel dan alat musik tiup berkualitas nomor satu. Kepingan kecil dari kayu pohon pir baik digunakan untuk memasak dengan teknik pengasapan karena mengeluarkan aroma yang harum. Parutan buah pir juga bisa digunakan sebagai pengempuk daging sebelum dimasak

sumber : wikipedia.com
Baca selengkapnya »

Manisnya Berbisnis Strawberry

Rabu, 28 Desember 2011 0 komentar

Nun di pegunungan, ternyata ada ragam pilihan berbisnis yang pantas dijajaki. Di antaranya yang sedang marak belakangan ini adalah berkebun strawberry (fraga vesca).

Coba saja lihat, di Lembang dan Ciwidey, Bandung (Jawa Barat), atau Batu di Malang (Jawa Timur), boleh dibilang jenis buah-buahan ini mulai digemari para petani di sana. 

Maraknya perkebunan strawberry bukan semata karena hobi. Tapi, layaknya hukum pasar, hal itu juga dipicu oleh permintaan yang tinggi. Sayang, produksinya masih relatif kecil.

Bakat komersial strawberry sudah tampak dari penampilannya. Dengan warna merah segar berbentuk bak jantung hati, serta rasa yang asam-asam manis, boleh dibilang buah ini begitu merangsang terutama di kalangan anak-anak dan remaja. Boleh jadi ini juga memicu produksi sinetron Strawberry yang dibintangi oleh Rachel Maryam. Nyatanya, konsumen belia ini bisa membeli buah strawberry segar nyaris di setiap supermarket. 

Tapi, konsumen yang rakus melahap strawberry adalah mereka yang berasal dari industri farmasi dan minuman. Selain menjadi bahan baku vitamin C, sari buah ini juga bisa diperas untuk dijadikan sirop. Hal tersebut sudah dilakukan misalnya oleh PT Kusuma Satria Dinasasri Wisatajaya Agrowisata di Batu, Malang. Perusahaan ini yang kondang dengan bisnis hotelnya di lereng Gunung Panderman serta kebun apel, sayuran, dan strawberry juga dikenal berhasil mengembangkan wisata agro.


Sejak memulai usahanya pada tahun 1996, perusahaan itu sempat dibuat pusing. Sebab, produksi kebun strawberry-nya tak pernah maksimal. Setelah diselidiki, rupanya jenis tanaman ini sulit dikembangkan pada iklim yang terlalu basah. Jika dipaksakan, produk ini jadi rentan terhadap hama, jamur, bakteri, ulat tanah, dan rayap. Begitu juga jika berkebun di lahan terbuka, menurut Teguh Suprijanto (Manajer Operasional PT Kusuma), buahnya akan cepat busuk, apalagi ketika musim hujan.

Setelah melalui serangkaian riset, metode berkebun strawberry yang lebih cocok pun didapat. Di antaranya, pola tanam secara hidroponik dengan menggunakan polybag (semacam pot plastik). Selain itu, agar tanaman terlindung dari cuaca, perlu juga dipasang cungkup plastik sebagai atap. Lalu, setiap polybag diisi arang sekam, pupuk kandang, dan humus. Dengan cara ini, serangan hama bisa diminimalisasi. Penggunaan arang sekam ini, selain harganya murah dan mudah didapat, juga karena kandungan kaliumnya tinggi sehingga cocok untuk tanaman buah.

Tanaman strawberry juga harus memperoleh pasokan nutrisi yang cukup. Pemberian nutrisi itu dilakukan dua kali setiap hari. Yang juga penting, tanaman ini harus mendapatkan cahaya matahari minimum enam jam sehari.

Lazimnya, pada usia tanam dua bulan, pohon strawberry sudah berbuah. Siklus produksinya, setiap pohon bisa dipanen dua hari sekali. Dari sekali petik, setiap pohon menghasilkan buah 0,3 kg. Dan masa produktifnya bisa mencapai dua tahun. Kendala lainnya, kebun di lahan terbuka akan terganggu oleh gulma yang tumbuh lebih subur. Ada sih tempat berkebun yang paling aman, tapi biayanya lebih mahal, yakni di dalam green house. Sebagai contoh, untuk green house seluas 300 meter persegi berkapasitas 2.600 batang, total biaya yang diperlukan Rp 45 juta. Menurut hitung-hitungannya, jika setiap panen menghasilkan 10 kilogram, maka pada bulan kedelapan, modal itu akan kembali.

Ada tiga varietas strawberry yang ditanam PT Kusuma, yaitu selva, sweet charlie, dan tri star, yang sebenarnya berasal dari Amerika Serikat. Tapi, selama ini, PT Kusuma mendatangkan bibit dari Bedugul (Bali) karena harganya murah, Rp 2.500 per bibit.

Menurut Teguh, selva memiliki buah yang agak gemuk dan bisa tahan lama. Bentuk daunnya rata. Tiap tangkai bunga hanya menghasilkan satu buah. Sementara sweet charlie dan tri star memiliki rupa agak mirip: buahnya agak kontet dan berdaun cekung. Karena bercabang-cabang, dua varietas ini boleh dibilang lebih produktif, dari tiap pohon bisa menghasilkan tiga buah. Tapi, bila proses pengemasannya buruk, buah strawberry dari varietas ini tak bakal bertahan lama.

Dari ukurannya, buah strawberry bisa diklasifikasikan dalam beberapa tipe, mulai dari yang besar dan warnanya merah penuh, hingga ke ukuran kecil berwarna merah kusam. Yang besar, biasanya dalam tiap kg berisi 70 buah, sedangkan yang kecil berisi 80 buah. Di luar itu, masih ada lagi buah yang berbentuk jelek yang biasa disebut monkey face. Sebagian produksi strawberry PT Kusuma didistribusikan kepada sejumlah swalayan di Surabaya, yang setiap kilogramnya dijual Rp 40 ribu-Rp 50 ribu. Buah yang bermutu jelek layaknya monkey face tak dibuang percuma, melainkan diolah menjadi selai dan sirop. Selai seberat 220 gram dijual dengan harga Rp 8.000, dan Rp 13 ribu untuk setiap botol sirop.

Lahan kebun strawberry milik PT Kusuma berada di dua lokasi: dekat Hotel Kusuma Agrowisata seluas dua hektare, dan di daerah Junggo seluas 6,7 hektare. Yang penting, agar strawberry tumbuh subur dan produktif, lahan ini berketinggian 1.300 meter di atas permukaan laut. Kini, sedikitnya ada 17.600 pohon strawberry yang tumbuh subur di sana. Sekitar 10 ribu pohon ditanam di atas polybag pada lahan terbuka. Sementara yang 7.600 batang lainnya ditanam di 2 green house yang ada. Dari lahan seluas itu, setiap tahunnya bisa dipetik sekitar 4,5 ton buah segar. Lumayan, kan?

sumber : http://www.majalahtrust.com 

Baca selengkapnya »

Petik Laba Puluhan Juta dengan Budidaya Alpukat Mentega

0 komentar

Alpukat sangat pas dijadikan campuran es buah. Apalagi, buah ini mempunyai manfaat bagi kesehatan, yakni sebagai pengencang kulit. Dengan keunggulan cepat berbuah, potensi budidaya alpukat mentega miki cukup menggiurkan.

Sebagai negara tropis, Indonesia memiliki bermacam jenis buah-buahan. Alpukat, misalnya. Buah ini cukup punya nama, baik di dalam maupun luar negeri, baik sebagai bahan baku minuman segar maupun produk kosmetik.

Walau memiliki kadar asam lemak jenuh rendah, alpukat sejatinya mempunyai kadar lemak dan kalori tinggi. Buah ini juga mengandung vitamin A, C, B kompleks, E, dan D. Kandungan paling banyak yang terdapat di buah adalah vitamin A.


Banyak varian alpukat di Indonesia. Varietas terbaru: alpukat mentega miki. Dinamakan alpukat mentega karena warna dagingnya kuning seperti mentega. Bentuknya juga sedikit berbeda dengan alpukat umumnya. Lebih bulat hampir menyerupai bola, beda dengan alpukat biasa yang lonjong.

Dibandingkan dengan alpukat biasa, jenis mentega miki memiliki keunggulan. Yakni, bisa berbuah di usia muda, 3 hingga 4 tahun. Tanaman alpukat biasa butuh waktu sampai 10 tahun untuk berbuah.

Alpukat mentega miki juga tidak disukai hama ulat lantaran memiliki kandungan enzim yang mematikan bagi binatang ini. Selain itu, daging buahnya juga tebal dan tidak berserat.

Yunus Junaedi, pembudidaya alpukat mentega miki di Depok, Jawa Barat, mengatakan, keunggulan lain, pembudidaya alpukat mentega miki masih jarang. "Baik bisnis buah maupun bibitnya masih bagus," katanya. Saat pertama kali menjalankan usaha ini awal 2009, ia bisa menjual hingga 10.000 bibit alpukat mentega miki per tahun.

Setelah setahun, permintaan melonjak mencapai sekitar 20.000 pohon. Dengan harga jual Rp 50.000 per bibit, Yunus bisa mendapatkan omzet sebanyak Rp 45 juta hingga Rp 50 juta per bulan. "Target kami tahun ini bisa menjual hingga 30.000 bibit," tegasnya.

Tak hanya perseorangan saja yang membeli bibit dari Yunus, namun juga pengusaha maupun pemerintah daerah. Yunus memasarkan bibit alpukat mentega mikinya hingga ke Pulau Sumatra dan Sulawesi.

Nur Supriyanto, pembudidaya alpukat mentega miki di Salatiga, Jawa Tengah, menjelaskan, alpukat jenis ini banyak dicari karena dagingnya lebih tebal dan cepat tumbuh. "Umur bibit tiga bulan sudah bisa dijual," ujar dia.

Nur melego bibit alpukat mentega miki dengan harga Rp 40.000 per bibit. Dari penjualan itu, ia berhasil memperoleh omzet hingga Rp 35 juta tiap bulan. Menurutnya, alpukat jenis ini bisa menghasilkan buah yang banyak. Sebulan, satu pohon bisa memproduksi 100 hingga 500 buah.

Selain bibit, Nur juga menjual buah dalam paket grade super 1 kilogram (kg) berisi dua-tiga buah seharga Rp 8.000 per kg. Grade campur isi empat-lima biji per kg seharga Rp 6.000 dan grade kecil dengan Rp 4.000 per kg. Selain dipasarkan ke Jakarta, Nur menjual bibit dan buah alpukat ke Pekanbaru, Medan hingga Pontianak. "Saya yakin ke depan bisnis ini masih menjanjikan," kata dia optimistis. Sebab, komoditas hortikultura Indonesia tersebut juga banyak peminat di negara lain.

Oleh karena itu, tahun ini, Nur mulai mencari peluang untuk dapat memasarkan alpukat mentega miki hasil budidayanya ke mancanegara. Sebagai langkah awal, ia berencana membidik pasar di benua Asia dulu, seperti Jepang dan China. Untuk bisa tumbuh secara maksimal, alpukat mentega miki sebaiknya ditanam di dataran tinggi dengan ketinggian maksimal 1.500 meter di atas permukaan laut. Saat berumur muda, tanaman harus dipupuk dengan dedaunan.

Umur tanam hingga berbuah yang pendek, menjadikan alpukat mentega miki banyak diincar oleh pembudidaya. Untuk berbuah, alpukat jenis ini hanya membutuhkan waktu tanam sekitar tiga-empat tahun, bandingkan dengan alpukat biasa yang memerlukan 10 tahun. Keunggulan lain, seperti tahan terhadap serangan ulat dan daging buah yang tebal tanpa serat membuat alpukat mentega miki makin menarik.

Alpukat mentega miki dapat tumbuh di dataran rendah. Agar bisa tumbuh dengan baik, daerah tanam sebaiknya memiliki suhu antara 15 hingga 30 derajat Celcius dengan curah hujan 5 sampai 6 bulan basah. Hanya saja, lokasi paling bagus, ya di dataran tinggi dengan ketinggian maksimal 1.500 meter di atas permukaan laut.

Alpukat mentega miki juga bisa tumbuh di daerah tropis maupun subtropis, termasuk di tanah remah atau lempung berpasir. Dengan kondisi itu, alpukat mentega miki tidak membutuhkan intensitas cahaya tertentu. "Ini yang membuat budidaya alpukat mentega miki lebih mudah," ujar Nur Supriyanto, pembudidaya alpukat mentega miki di Salatiga, Jawa Tengah.

Untuk mendapatkan bibit alpukat mentega miki, dapat dengan cara okulasi. Ini merupakan cara terbaik untuk memperoleh bibit dengan sifat induk yang tidak berubah.

Yunus Junaedi, pembudidaya alpukat mentega miki di Depok, Jawa Barat menjelaskan, proses okulasi atau sambung pucuk dengan menyambung alpukat mentega miki ke tunas dari biji jenis alpukat lain. Penyambungan dilakukan saat tunas berusia dua bulan atau tinggi sekitar 60 cm. "Selain menanam sendiri, tunas jenis lain bisa mudah didapatkan dengan membeli," kata Yunus.

Bunga alpukat mentega miki tumbuh pada ujung ranting dengan bentuk malai berjenis kelamin dua. Biasanya terjadi di bulan April-Agustus dan Oktober-November. Sedangkan, penyerbukan banyak terjadi dengan bantuan lebah. "Alpukat berbuah dari bulan Desember- Februari dan Mei-Juli," ujar Nur.

Saat berumur muda, tanaman alpukat mentega miki sebaiknya dipupuk dengan daun-daunan yang berguguran. Soalnya, saat masih muda, tanaman alpukat jenis ini lebih banyak memerlukan fosfat dan kalium. Kalau sudah tua, lebih memerlukan nitrogen dan kalium.

Pohon alpukat rentan terhadap hama dan penyakit termasuk ulat yang menggerogoti daun sampai ludes. Namun, setelah itu, pohon akan berbunga. Selain ulat, hama lain yang menyerang pohon alpukat adalah, helopeltis yang menghisap pucuk daun hingga kering. Tetapi, "Pohon alpukat mentega miki memiliki keunggulan karena lebih tahan hama penyakit," ujar Yunus.

Alpukat mentega miki tahan terhadap hama lantaran memiliki enzim anti-hama. Karena itu, pohon alpukat mentega miki bisa juga ditanam di pekarangan rumah.

Yunus menyarankan, agar tidak bonyok sewaktu proses pengiriman ke pasar tradisional, sebaiknya alpukat di-packing dengan menggunakan peti kayu yang didalamnya dilapisi karton.
Tiap peti berisi 50-80 kg. Sementara, untuk pengiriman ke pasar swalayan, dikemas dengan menggunakan kardus dan ditata sehingga tidak saling tumpang tindih. 

sumber : www.kontan.co.id
Baca selengkapnya »

Budidaya Alpukat Ijo Panjang

0 komentar




Alpukat ini berbuah sepanjang tahun tergantung lokasi dan kesuburan tanah. Kerontokan buah sedikit. Berat buah antara 0,3-0,5 kg. Bentuknya seperti buah pear dengan ujung tumpul dan pangkal meruncing. Panjangnya 11,5-18 cm dan diameternya 6,5-10 cm. Tebal, kulit buah 1,5 mm berwarna hijau kemerahan dengan permukaan licin berbintik kuning. Daging buahnya tebal (sekitar 2 cm), bertekstur agak lunak, berwarna kuning, dan rasanya gurih. Bijinya berbentuk jorong dengan rata-rata panjang 5,5 cm dan diameter 4 cm. Produksi buah rata-rata 16,1 kg per pohon per tahun.


Manfaat
Buah alpukat matang enak dimakan segar, lebih lezat bila ditambah susu dan gula serta es gosok. Daunnya dapat dimanfaatkan untuk obat sakit pinggang. Batangnya baik untuk bahan bangunan. Bila digunakan untuk kayu bakar, energi batang alpukat rendah. Tanaman ini baik untuk konservasi lahan yang miring dan curam.

Syarat Tumbuh
Alpukat dapat ditanam di dataran rendah hingga dataran tinggi. Alpukat india barat baik ditanam pada ketinggian 0-600 m dpl, alpukat meksiko pada ketinggian 1000-3000 m dpl, dan alpukat guatemala pada ketinggian 600-2.000 m dpl. Semua tipe alpukat menghendaki tanah yang tidak mengandung cadas keras atau yang tandus. Tanaman tidak tahan terhadap genangan air yang terus-menerus, tetapi tanaman lebih senang hidup di daerah beriklim basah dengan curah hujan 1.500-3000 mm. per tahun. Di daerah yang beriklim agak kering dengan bulan basah 7-9 bulan dan bulan kemarau (kering) 2-6 bulan, tanaman alpukat masih mampu hidup dan berbuah asalkan keadaan air tanahnya dangkal (100-150 cm) dan pH tanah 5,5-6,5. Pada kondisi yang sesuai, tanaman alpukat dapat berbuah 2-3 kali setahun.

Pedoman Budidaya
Perbanyakan tanaman: Tanaman diperbanyak dengan okulasi atau sambung pucuk. Bibit dapat disambung pada umur 1-8 bulan. Perbanyakan dengan biji hanya untuk batang bawah. Budi daya tanaman: Bibit okulasi (sambungan) ditanam pada jarak 12 m x 12 m. Ukuran lubang tanam 60 cm x 60 cm x 40 cm. Pupuk kandang yang diberikan 30 kg/lubang. Pupuk buatan berupa campuran 25-1000 g urea, 25-1000 g TSP, dan 25-800 g KCl per pohon diberikan tiga bulan sekali. Dosis pemberian pupuk meningkat sesuai dengan umur tanaman. Sebaiknya dalam satu areal ditanam dua tipe alpukat. Sekurangkurangnya 5-10% dari jumlah bibit yang ditanam berasal dari tipe lain sebagai sumber tepung sari (pejantan). Untuk memudahkan perawatan, dianjurkan penanaman dilakukan menjelang musim hujan.

Pemeliharaan
Pemangkasan hanya dilakukan untuk pembentukan pohon (pemotongan batang pokok). Tanaman alpukat dari bibit okulasi mulai berbunga pada umur 5-6 tahun, sedangkan dari bibit biji pada umur 9-12 tahun.

Hama dan Penyakit
Hama yang sering menyerang tanaman alpukat adalah ulat daun Sania insularis dan penggerek cabang Rhynchites lauraceae Voth. Adakalanya lalat buah menyerang buah muda dan penggerek batang menggerek ujung-ujung cabang hingga ujung cabang menjadi kering. Penyakit yang sering menyerang tanaman alpukat adalah busuk akar Phytophthora cinnamomi yang dapat diatasi dengan siraman larutan Benlate 0,3% atau karbol 10-50%. Penyakit dapat menular melalui bibit yang digunakan atau alat-alat pertanian. Penyakit busuk buah Colletotrichum gloeosporiodes menyerang buah, terutama yang disimpan pada suhu panas dan lembap. Cendawan Phytophthora menyerang bila suhu tanah antara 13-23° C. Infus dengan fungisida melalui batang biasanya dapat mengatasi serangan penyakit busuk akar. Serangan hama-hama di atas dapat diatasi dengan semprotan atau infus larutan insektisida (Tamaron 200 LC atau Curacron 500 EC).
 
Panen dan Pasca Panen
Buah alpukat dipanen setelah tua benar. Tandanya, kulit buah sudah tampak buram dan bila buah digoyang akan berbunyi. Buah dipetik dengan menggunakan jaring agar tidak jatuh ke tanah. Buah yang terbentur akan memar dan tidak matang sempurna. Buah yang telah tua akan matang 2-3 hari setelah dipetik. Buah yang jatuh/memar akan mudah terserang penyakit busuk buah (kecokelatan) dan rasanya pahit. 

sumber http://www.iptek.net.id
Baca selengkapnya »

Gawat... Bakteri E. Coli Juga Ada di Alpokat Eropa

0 komentar
Pemerintah Thailand Kamis (9/6) mengatakan bahwa pihaknya telah menemukan bakteri E. Coli dalam buah alpukat yang berasal dari Eropa. Pemerintah Thailand saat ini tengah memastikan apakah strain tersebut sama dengan di Eropa, yang mengakibatkan beberapa orang meninggal dunia.

Terkait hal itu, pemerintah Thailand meminta kepada masyarakatnya untuk tidak panik, karena pihaknya tengah mendata beberapa tipe dari E. Coli. Masyarakat juga masih dapat memakan buah dan sayuran, tetapi harus dicuci terlebih dahulu sebelum dimasak, agar bakterinya terbunuh.

Strain O104 dari enterohaemorrhagic E. Coli terdeteksi pada kiriman alpukat dari negara Eropa yang tidak diungkapkan, menurut pernyataan dari Departemen Kesehatan Masyarakat. "Departemen ilmu kedokteran membutuhkan waktu 3-5 hari untuk melihat apakah itu merupakan strain mematikan," katanya.

Di Eropa, strain virulen E. Coli telah menyebabkan sedikitnya 25 orang tewas, terutama di Jerman. Pihak berwenang telah mengidentifikasi sumber wabah, yang telah menewaskan lebih dari 2.600 orang sakit di setidaknya 14 negara. Gejala termasuk kram perut, diare, demam dan muntah.

Sumber: AFP/channelnewsasia.com
Baca selengkapnya »

Alpokat baik di konsumsi saat hamil

0 komentar

Banyak ahli menyarankan banyak meng-konsumsi buah alpokat saat hamil atau menjelang kehamilan. Karena alpokat mengandung Asam folat, sebenarnya vitamin B9, bagian dari vitamin B kompleks, jenis vitamin yang larut air. Dengan sifatnya yang larut air, vitamin ini tidak bisa disimpan lama di dalam tubuh karena setelah diambil oleh tubuh lalu dikeluarkan lewat urine. Dengan sifatnya itu, ibu hamil serta ibu yang berniat hamil perlu mengasup asam folat setiap hari. Vitamin ini dapat membantu tubuh dalam memproduksi dan menjaga kesempurnaan DNA (Deoxyribose Nucleic Acid) dan RNA (Ribonucleic acid), bahan genetik tubuh. Manfaat mengkonsumsi alpokat:

Bikin janin sehat

 
Buah yang paling kaya kandungan asam folatnya adalah alpukat yang sering dijumpai dalam es campur, es teler, dan jus alpukat. Banyak orang takut mengonsumsi buah ini karena beranggapan alpukat sangat tinggi kandungan lemaknya. Memang benar, kandungan lemak dalam alpukat bisa 20-30 kali lebih banyak dibandingkan buah-buahan lain. Namun perlu diketahui, lemak yang terkandung pada alpukat adalah lemak baik. Yakni lemak tak jenuh tunggal yang disebut-sebut dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dan menaikkan kadar kolesterol HDL (kolesterol baik).

Alpukat adalah satu-satunya buah yang mengandung asam lemak tak jenuh tunggal. Bagi ibu hamil yang butuh lemak sebagai penghasil energi, tentunya akan lebih baik bila lemak yang diasup bersifat tak jenuh. Selain itu, alpukat juga buah yang paling kaya asam folat -zat gizi yang bahkan sudah harus dipenuhi oleh ibu yang berniat hamil dan juga ibu hamil sejak baru terbentuk embrio.

Menurut Prof. dr. Joseph Hersh dari Fakultas Kedokteran Universitas Louisville, Kentucky, AS, trimester I merupakan masa pembentukan sistem saraf pusat janin, termasuk otak dan sumsum tulang belakang. Bayi yang kekurangan asam folat bisa menderita gangguan jantung, bibir sumbing, cacat saluran kemih, serta cacat anggota tubuh lainnya. Penelitian pada 1991 juga menemukan hubungan antara asam folat dan cacat lahir. Kekurangan asam folat -yang mempengaruhi pembentukan fungsi otak, saraf, dan sumsum tulang- ternyata dapat berakibat bayi yang dilahirkan cacat.

Seperti pada zat-zat gizi lain, kalau janin tidak memperoleh pasokan asam folat, dia akan mengambilnya dari cadangan sang ibu. Hal ini akan berpengaruh buruk pada kesehatan ibu. Selain anemia, letih, lesu, insomnia (susah tidur), pelupa, depresi, sampai rambut beruban, ibu terancam pula oleh risiko terkena kanker usus besar, payudara, dan pankreas.

Sebuah alpukat mengandung 114 mikrogram asam folat. Jumlah ini cukup memenuhi 30% kebutuhan asam folat ibu hamil. Kebutuhan asam folat yang direkomendasikan bagi ibu hamil setiap harinya sekitar 600 mikrogram, ibu menyusui 500 mikrogram, serta perempuan dewasa 400 mikrogram. Selain asam folat dan lemak, alpukat mengandung serat yang mampu membantu mencegah sembelit yang sering dialami ibu hamil. Sedangkan kadar kalium (bermanfaat untuk menyeimbangkan tekanan darah) pada alpukat 2-3 kali lebih banyak daripada pisang.

Untung saja makanan tradisional Indonesia kaya akan asam folat, semisal sayuran berwarna hijau, buah-buahan berwarna jingga dan merah. Sumber asam folat pada bahan makanan lain adalah susu, pisang, jeruk, brokoli, taoge, dan kacang-kacangan (termasuk tahu, tempe). Nah, kalau kita sering makan karedok, terancam, rujak buah, dan masih banyak lagi, tentunya kebutuhan akan asam folat akan terpenuhi.

*) dari berbagai sumber
Baca selengkapnya »

Khasiat Buah Alpokat untuk Kesehatan

0 komentar

Buah Alpukat ini juga sering disebut juga dengan nama apokat. Pohon Alpukat ini berasal dari negara Meksiko dan negara Amerika Tengah. Tinggi Pohon Alpukat bisa mencapai hingga 20 m. Bunga tumbuhan Alpukat berwarna hijau kekuningan. Daging buah Apokat bertekstur lembut. Buah Alpukat sering kali dijadikan sebagai jus, namun juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan dan bisa juga untuk pengobatan dan kecantikan kulit.

Beberapa macam penyakit yang bisa diobati dengan buah Alpukat ini adalah penyakit Sariawan, bisa untuk melembabkan kulit kuring, berkhasiat untuk kencing batu, untuk sakit kepala, untuk darah tinggi atau Hipertensi, untuk mengatasi nyeri saraf (neuralgia), nyeri lambung, mengatsi Saluran napas yang membengkak, mengobati sakit gigi, penyakit Kencing manis atau diabetes melitus bahkan buat wanita yang mengalami menstruasi yangtidak teratur.
Kandungan Zat dalam Buah Alpukat : zat saponin, zat alkaloida dan flavonoida, daging buah alpukat juga mengandung tanin, sedangkan daun tumbuhan alpukat mengandung polifenol, quersetin, gula alkohot persiit.
 
Khasiat Dan Manfaat Buah Alpukat Untuk Obat Penyakit :
Daun Alpukat bisa untuk pengobatan penyakit seperti : Kencing batu, Darah tinggi, sakit kepala, Nyeri syaraf, Nyeri lambung, Saluran napas membengkak (bronchial swellings), Menstruasi tidak teratur. Biji Buah Alpukat Berguna untuk : obat sakit gigi dan Kencing manis.
 
1. Buah Alpukat Untuk Obat Kencing batu:
Bahan yang diperlukan : ambil 4 lembar daun alpokat, kemudian 3 buah rimpang teki, siapkan juga 5 tangkai daun randu, lalu setengah biji pinang, 1 buah pala dan 3 jari gula enau.
Cara membuat ramuan : semua bahan dicuci hingga lalu direbus dengan menggunakan 3 gelas air bersih sampai mendidih dan tersisa kira kira 2 1/4 gelas. Setelah ramuan dingin kemudian disaring lalu diminum 3 x 3/4 gelas.
 
2.Buah Alpukat Untuk Darah tinggi :
Bahan yang dibutuhkan adalah : 3 lembar daun alpokat
Cara pembuatannya adalah daun dicuci hingga bersih kemudian diseduh dengan menggunakan 1 gelas air panas. Biarkan hingga dingin lalu diminum sekaligus.
 
3. Alpukat Untuk Kulit muka kering:
Bahan yang diperlukan : Buah alpukat yang sudah masak
Cara membuat : diambil daging buahnya kemudian dilumatkan hingga menyerupaii bubur. Pakailah untuk masker, yait dengan cara memoles bagian muka yang kering. Selanjutnya muka yang sudah dimasker tadi dibasuh dengan menggunakan air setelah lapisan masker alpokat tersebut mengering.
 
4. Alpukat Untuk Sakit gigi berlubang:
Caranya adalah pada bagian gigi yang berlubang dimasukkan dengan menggunakan bubuk biji alpokat.
 
5. Buah Alpukat Untuk Kencing manis:
Caranya adalah Biji alpukat dipanggang di atas api kemudian dipotong menjadi kecil-kecil, setelah itu biji yang telah di potong-potong tadi digodok dengan menggunakan air bersih sampai airnya menjadi coklat. kemudian disaring, lalu diminum setelah dingin.
 
Sumber : contohmodelterbaru.blogspot.com
Baca selengkapnya »

Lantaran sirsak ratu bervarietas unggul, bibitnya pun laku dijual

0 komentar

Buah sirsak ratu memiliki rasa lebih manis serta memiliki bentuk buah yang lebih besar. Tak hanya rasa buahnya saja yang manis, usaha pembibitan buah sirsak ratu juga menguntungkan. Salah seorang pembudidaya mengaku memperoleh omzet Rp 24 juta per bulan.

buah sirsak ratu secara sepintas tidak ada bedanya dengan jenis sirsak biasa yang ada di pasaran. Namun, tanaman buah yang datang dari kawasan Amerika Selatan bernama Latin Annona muricata ini memiliki keunggulan dalam segi rasa dan ukuran.

Rony Pranata, pemilik Bina Agro Mandiri asal Yogyakarta, mengatakan, sirsak ratu memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi dibandingkan sirsak biasa. "Sirsak ratu merupakan jenis varietas unggul," kata Rony yang mengaku sudah 3 tahun menjual sirsak ratu.

Tak hanya buahnya yang memiliki nilai ekonomis tinggi, bibit pohon sirsak ratu juga memiliki harga jual cukup tinggi. Sebab, menurut Rony, bibit buah sirsak ratu tidak hanya diburu petani, namun juga kolektor tanaman.

Untuk mendapatkan bibit tanaman sirsak ratu, Rony memakai metode okulasi atau penempelan mata tunas. Harga jual tiap bibit bervariasi tergantung dari ukuran masing pohon.

Untuk ukuran 20 sentimeter (cm) hingga 50 cm, harganya mulai Rp 20.000 hingga Rp 30.000. Harga ini relatif lebih tinggi dibandingkan bibit sirsak biasa.

Sedangkan harga jual buah sirsak ratu mencapai dua kali harga sirsak biasa. "Kalau yang biasa kan cuma Rp 3.500–Rp 4.000 per kilogram," katanya.

Pasar bibit buah sirsak ratu Rony tak hanya di Yogyakarta, namun sudah merambah wilayah Bekasi, Sulawesi, Kalimantan, dan Batam. Dengan pasar yang luas itu, tak heran jika Rony Rony bisa menjual sekitar 600–800 bibit sirsak ratu dalam sebulan.

Omzet yang didapatkan Rony dari penjualan bibit buah sirsak ratu juga besar, mencapai Rp 18 juta hingga Rp 24 juta tiap bulan. "Memang saat ini jenis sirsak ratu sedang naik daun," ungkapnya.
Apalagi buah sirsak sudah terkenal memiliki banyak manfaat, seperti menurunkan kadar kolesterol bahkan dipercaya bisa mengobati kanker.

Selain Rony, Deni Hadian juga membudidayakan sirsak ratu di Bogor, Jawa Barat. Menjalani usaha turun-temurun, Deni menjual bibit buah sirsak ratu, namun tidak buahnya. "Penjualan sangat berfluktuatif," katanya.

Deni memilih menjual bibit karena lebih cepat meraup untung. Selain tidak membutuhkan tempat yang luas, penjualan bibit juga tidak bergantung musim berbuah.

Tiap bulan, Deni bisa menjual sekitar 50 sampai 100 bibit bibit buah sirsak ratu. "Namun, saat masa tanam seperti bulan Oktober, penjualan mencapai 1.000 bibit per bulan," ujarnya. Selain konsumen Pulau Jawa, pembeli bibit juga berasal dari Sumatra dan Sulawesi.

Bibit-bibit itu dijual dengan harga bervariasi. Untuk bibit buah sirsak ratu yang siap tanam berukuran 30 cm dibanderol dengan harga Rp 17.500. Sedangkan bibit dengan tinggi 20 cm ditawarkan seharga Rp 12.500 per tanaman.

Harga jual itu, menurut Deni, lebih murah dibanding membeli di tempat pengepul bibit. "Jika dijual oleh pengepul harganya bisa mencapai dua kali lipat, Rp 30.000 untuk tinggi 30 cm," urainya.

Dari berbagai ukuran bibit yang dijual oleh Deni, bibit dengan ukuran tinggi 20 cm paling laku di pasaran.


sumber : kontan online
Baca selengkapnya »