Kenaikan Harga Produk Hortikultura Mencekik Leher

Selasa, 05 Maret 2013


JAKARTA, KOMPAS.com - Kenaikan harga produk hortikultura seperti bawang, tomat dan buah-buahan sungguh mencekik leher. Seperti yang dipaparkan Yuyun salah satu pedagang yang ditemui Kompas di Pasar Mayestik, Jakarta Selatan, Senin  (4/3/2013),  hingga saat ini harga bawang masih mengalami lonjakan harga yang mencapai 50-100 persen.

Berdasarkan pengakuan Yuyun, harga bawang putih kating masih tinggi yakni Rp 40.000 perkilogram, bawang merah seharga Rp 26.000 perkilogram, dan bawang Bombay Rp 28.000. Sedangkan harga tomat juga naik drastis dari Rp 7.000 sampai Rp 15.000 perkilogram.

"Harga produk impor semua mengalami kenaikan drastis. Namun kami tetap membeli produk dari luar seperti bawang putih kating dan bombay, karena belum ada pasokan yang cukup di dalam negeri," papar Yuyun 

Murni salah pedagang buah menjelaskan bahwa harga buah anggur dan apel impor belum mengalami penurunan sama sekali. rata-rata buah impor dari Amerika Serikat dan China mengalami kenaikan hingga 100 persen. Misalnya buah anggur Amerika yang biasanya dijual perkilogram Rp 45.000, saat ini melonjak hingga Rp 90.000.

Namun di tengah kenaikan harga buah impor yang tinggi, tidak mempengaruhi harga jual buah lokal. Jeruk Medan yang biasanya Rp 15.000 naik hingga Rp 25.000 perkilogram, duku Palembang naik dari Rp 15.000 menjadi Rp 20.000 perkilogram dan salak pondoh dari Yogyakarta dari Rp 10.000 naik menjadi Rp 15.000 perkilogram.

"Harga buah lokal juga mengalami kenaikan karena terhambat oleh masalah cuaca. Sehingga mengakibatkan pasokan buah lokal mengalami kekurangan," jelas Murni.

0 komentar: